.:BATANG INFO::.


1/04/2009

BiasaKan MeNulis



Menulis adalah mengekspresikan atau menyimpan dari semua yang bisa dirasakan oleh panca indra pada sebuah teks atau semua alat yang bisa menyimpan tulisan. Kebiasaan menulis sangat bagus untuk ditanamkan pada setiap orang, karena dengan menulis seseorang telah berusaha menyimpan tentang suatu hal dan berusaha juga menuangkan dari apa yang telah dia atau orang lain pikirkan.


Memang untuk membiasakan menulis membutuhkan kesabaran dan keuletan. Menulis bisa dijadikan hiburan, pekerjaan, kebutuhan, ibadah, dll. Dengan membiasakan menulis berarti telah menunjukkan suatu bentuk kreatifitas dalam kehidupan ini.

Manusia diciptakan untuk menjadi makhluk yang pandai, oleh karena itu manusia mesti selalu membiasakan untuk membaca. Membaca tidak hanya dari satu obyek yaitu buku, tetapi termasuk membaca situasi dan keadaan. Dari sumber membaca ini, maka seseorang akan menemukan banyak inspirasi untuk bisa ditulis.

Semua orang akan merasakan kesulitan untuk menulis, ketika mereka tidak terbiasa melakukan aktifitas ini. Namun, kesulitan ini akan bisa teratasi dengan membiasakan menulis. Untuk membiasakan menulis, seseorang bisa memulai dari tulisan-tulisan ringan, seperti catatan kecil tentang kegiatan sehari-hari, menulis pengalaman pribadi, menulis cerpen. Jadikanlah menulis bagian dari kehidupan kita ”The writing is my life”.

Orang akan lebih dikenang setelah kematiannya, ketika ia memiliki peninggalan sebuah karya. Intinya dengan menulis kita akan lebih banyak berfikir dan selain bermanfat untuk diri sendiri juga akan bermanfaat untuk orang lain.

Dalam sebuah pepatah bahasa arab disebutkan” al ‘ilmu shoidun walkitabatu qoiduhu, qoyyid shuyudaka bil hibalil watsiqoh ” Artinya ilmu itu (bagaikan) sebuah gembala, dan tulisan adalah talinya, maka ikatlah gembalaan kamu dengan tali yang kuat/kencang. Dari pepatah yang penuh hikmah ini, kita semua akan lebih sadar tentang kekurangan manusia dengan sifat pelupanya, apalagi ketika sudah memasuki usia tua, sehingga untuk meminimalisir lupa dalam banyak hal, maka kita semua dianjurkan untuk rajin menulis.


Dari tulisan singkat ini, maka semakin jelas tentang urgensitas menulis bagi manusia pada umumnya. Semoga kita semua dapat terus membiasakan menulis dalam upaya memberikan kontribusi untuk pribadi dan sosial.

[+/-] Selengkapnya...

1/03/2009

Bulan yg memerah




Ketika aku keluar menyapa langit, ku rasa senja mendangkal berganti dengan kabut yang semakin penuh berkuasa. Walau masih tersisa sedikit kehangatan, namun tak menghangat dikulit tanganku yang sudah mulai dipenuhi dengan rambut-rambut yang berdiri.
Entah mengapa dalam kedinginan mereka malah berdiri, bukannya meringkuk saja seperti yang biasa aku lakukan di bawah selimut.

Tak ada yang banyak berbeda, merekapun juga kuselimuti hangat dengan sweaterku. Memang aneh. Atau malah aku yang aneh, ah sudahlah aku terlalu capek untuk berurusan dengan hal-hal yang membuat pikiranku tak nyaman. Aku hanya ingin menikmati hari ini yang masih menyisakan waktu untukku.


Kembali angin menerpa kulitku, akan tetapi kali ini bukan hanya rambut ditanganku yang dibuat berdiri. Hampir disekujur tubuhku, sial! Mengapa kabut semakin menebal saja,tak bolehkah aku melepas rindu sejenak pada bulan yang hampir membukakan pintu untukku?

Atau mungkin anginpun menyukaiku,sehingga mereka berusaha menghalangiku meluluhkan rasa kangenku pada bulan. Ia mungkin lebih senang mengintipku dibalik tembok yang tebal dan meringkuk dibalik selimut dengan baju tidurku. Ia mungkin malu mengatakan perasaannya padaku.
Aku tak akan menyerah. Aku masih tetap menunggu bulan membuka pintunya untukku. Aku tahu ia masih suka menyapaku dengan kata-katanya. Aku masih percaya dia mampu menidurkan lagi rambut-rambut ditubuhku yang terjaga karena sapuan angin.

Lima, dua puluh, lima puluh, enam puluh lima. Lewat satu jam bulan tak juga muncul, padahal biasanya tak sampai lima menit ia sudah menyapaku dengan senyumnya. Ah mungkin ia masih tertidur. Kucoba berdendang seadanya untuk membangunkannya, dan mengingatkannya bahwa ia harus segera bangun untuk berjaga.

Tak sia-sia rupanya aku berdendang. Yah walaupun banyak yang tak setuju dengan suaraku, paling tidak bulan sudah mulai mengintipku meskipun baru setengah kelopak matanya yang terbuka. Tak apa.

“Hai.” benarkan dia menyapaku. Ah tapi sepertinya ia lain dari biasanya. Ia tak memberi senyum padaku. Ia hanya duduk disampingku dan diam. Aku juga ikut terdiam sesaat. Kemudian aku berganti tempat dihadapannya agar wajahnya dapat kuamati dengan seksama.

Ia menunduk, mungkin takut aku mengetahui sesuatu yang tak ingin dia sampaikan padaku. Tapi aku berusaha tetap melihat wajahnya. Ia mendongakkan kepala. Matanya memerah, dan ia berkata “Maafkan aku.” Lalu bangkit dan beranjak dari sisiku.

Kuikuti langkahnya, namun agaknya ia tahu, dan semakin mempercepat langkahnya. Aku kembali kehilangan dia. Aku tertegun dan tanganku kembali menuai air mata. Saat kedua telapak tanganku masih disibukkan dengan pekerjaannya, ada sapaan yang mengejutkanku. “Bangunlah! Jangan harapkan dia kembali, aku telah ada disampingmu.”

Akupun mengikuti langkahnya, ia ternyata lebih menguatkanku. Kutinggalkan bulan yang menghilang dari mimpiku. Terima kasih pelangi pagiku.

[+/-] Selengkapnya...

12/29/2008

Semangat....!!!!!!!!!!!!




Photobucket



Semangat.......semangat......!!!!!!!!!!!!

Tahun baru sdh didepan mata,harus makin semangat dong!

Ada yg bilang,hidup sehat N sejuta resolusi,akir taon jd percuma kalo ga dibarengi dg semangat.

Nah.....mumpung th baru ga ada salahnya,kita bangun semangat baru.


KreatiF...!!!!!!!!!!!!

kalo org laen bikin"A"Sebisa mungkin kita bikin "A+"artinya

kita selalu punya cara laen untuk ngelakuin sesuatu

ato mecahin masalah ,tentunya dlm konteks positip.



Evaluasi!

Evaluasi diri penting banget!karena menyangkut hubungan kita dg lingkungan sekitar

terutama org2 terdekat.

Lewat evaluasi kita bisa me-refresh otak dengan masukan positif. Sadari kesalahan ato kekurangan yang pernah kita lakukan. Minimal kita jangan lagi melakukan kesalahan sama karena hanya menghambat rencana baru kita.


Berani!
kalo menhadapi tantangan,mesti berani N usaha terus!
ga usah banyak pertimbangan N jgn takut salah,

soalnya,dr kesalahan kita justru bisa belajar gimana seharusnya yg benar.


Jangan Tunda!
Cepat lakukan hal2 yg ingin anda lakukan

selagi masih ada kesempatan,karena waktu tdk pernah menunggu kita.



Diri Sendiri!
bebas itu indah!kebebasaan untuk diri sendiri

Ngapain seh ikut2an?

Tunjukin gaya N personality kita transparan N apa adanya.




Wish you'r all success be you'r in whatever u do,

the best of luck in the next exam.remember me forever N never friend's N never can end.

[+/-] Selengkapnya...

7/21/2008

jeritan hati TKI


TKI Disiksa ,ditipu,diperkosa dsb(kasus terbaru di Newyork sampai ada TKI kupingnya dipotong,siram air panas, kita sebagai Orang indonesia harga diri kita terusik klo sering mendengar kisah2 tsb )...

Banyaknya kasus memperlihatkan Kurangnya ada perlindungan hukum dr pemerintah?.Hendaknya nasib TKI lbh diperhatikan ,jgn dijadikan objek pungli dan keuntungan semata.... kenapa hak2 buruh migran , tdk dilindungi secara penuh oleh negara......????

Padahal kami kami para TKI adalah pahlawan DEVISA negara, dan negarapun sangat bergantung pada Devisa yg dihasilkan para TKI,tp TKI sama sekali tidak bergantung pada negara.yg kami harapkan ga laen & ga bukan adalah mendapatkan hak & perlindungan yg layak.

Dan aku sendiri menjadi seorang TKW jg karena terpaksa,namun hebatnya dg keterpaksaan itulah justru para TKI bisa menjadi pahlawan devisa.

Tidakkah pemerintah merasa kasihan pada para pahlawan devisa ??????, mau pulang kenegara sendiri tdk menjanjikan masa depan,pengangguran dimana-mana.Mau jd petani -pupuk susah,tanah diserobot......Mau jd pengusaha UKM, susah dpt modal,...jd buruh -kerja seperti sapi , gaji cuma cukup buat bertahan hidup.....ditambah lagi BBM naik, biaya sekolah tinggi.....

JAdi inget kata pujangga jawa Ronggowarsito:

"Amenangi jaman edan, euh aya ing pambudi, melu edan ora tahan, yen tan melu hanglakoni, bojo keduman melik, kaliren wekasanipun, dilalah kersa Allah, begja-begjane kang lalai, lewih begja kang eling lan waspada"terjemahannya kira-kira ; "Mengalami zaman gila, sulit rumit dalam bertindak, ikut gila tak sampai hati, jika tak ikut larut tak bakal dapat rejeki, kelaparalah akhirnya, namun sudah takdir kehendak Allah, lebih mujur bagi yang ingat (pada Tuhan) dan tetap waspada"

NAsib2 susahnya jd rakyat kecil....

[+/-] Selengkapnya...


 

Blog Template by winda Every. Sponsored by Business Web Hosting Reviews